Latest News

SYI’AH

Senin, 07 Desember 2009 , Posted by keep moving forward at 15.36



Syiah dilihat dari bahasa berarti pengikut, pendukung, partai atau kelompok, sedangkan secara terminologis adalah sebagian kaum muslimin yang dalam bidang spiritual dan keagamaannya selalu merujuk pada keturunan Nabi MuhammadSAW. Atau orang-orang yang disebut sebagaiahl al-bait. Poin penting dalam doktrin Syi’ah adalah pernyataan bahwa segala petunjuk agama itu bersumber dari ahl al-bait. Mereka menolak petunjuk-petunjuk keagamaan dari para sahabat yang bukan ahl al-bait atau para pengikutnya.

Sekte-sekte Syiah

A.Syiah Itsna Asyariyah (Syiah Dua Belas/Syi’a Imamiyah)

Dinamakan Syi’ah Imamiyah karena yang menjadi dasar akidahnya adalah persoalan iman dalam arti pemimpin religio politik, yakni Ali berhak menjadi Khalifah bukan karena hanya kecakapannya atau kemuliaan akhlaknya, tetapi karena ia telah ditunjuk nas dan pantas menjadi khalifah pewaris kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Adapun penerima wasiat setelah Ali bin Abi Thalib adalah keturunan dari garis Fatimah, yaitu Hasan bin Ali kemudian Husen bin Ali. Setelah Husen adalah Ali Zaenal Abidin, kemudian secara berturut-turut; Muhammad Al-Baqir, Abdullah Ja’far Ash-Shadiq, Musa Al-Kahzim, Ali Ar-Rida, Muhammad Al-Jawwad, Ali Al-Hadi, Hasan Al-Askari dan terakhir adalah Muhammad Al-Mahdi sebagai imam kedua belas. Pengikut sekte ini menganggap bahwa imam kedua belas, Muhammad Al-Mahdi dinyatakan gaibah. Muhammad Al-Mahdi bersembunyi diruang bawah tanah rumah ayahnya di Samarra dan tidak kembali. Itulah sebabnya, kembalinya Imam Al-Mahdi selalu ditunggu-tunggu pengikut sekte ini. Didalam sekte Syiah Itsna Asyariyah dikenal konsep Usul Ad-Din. Konsep ini menjadi akar pragmatisme. Doktrin-Doktrin sekte Syiah Itsna Asyariyah adalah sebagai berikut.

1. Tauhid (The Devine Unity), yaitu Tuhan adalah Esa baik esensi maupun aksistensi-Nya. Keesaan Tuhan mutlak. Ia bereksistensi dengan sendirinya. Tuhan adalah qadim.

2. Keadilan (The Devine Justice), yaitu Tuhan menciptakan kebaikan di alam semesta ini merupakan keadilan. Ia tidak pernah menghiasi makhliknya dengan ketidakadilan. Tuhan memberikan akal kepada manusia untuk mengetahui perkara yang benar atau salah melalui perasaan. Manusia dapat menggunakan panca indra untuk melakukan perbuatan, baik perbuatan baik ataupun buruk.

3. Nubuwwah (Apostleship), yaitu setiap makhluk sekalipun telah diberi insting, masih membutuhkan petunjuk, baik petunjuk dari Tuhan maupun dari manusia. Rasul merupakan petunjuk yang hakiki utusan Tuhan yang secara trensenden diutus untuk memberikan acuan untuk membedakan antara baik dan burukdi alam semesta.

4. Ma’ad (The Last Day), yaitu hari akhir (kiamat) untuk menghadap pengadilan Tuhan di akhirat. Setiap muslim harus yakin atas keberadaan hari kiamat dan kehidupan suci setelah dinyatakan bersih dan lurus dalam pengadilan Tuhan. Mati adalah periode transit dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat.

5. Imamah (The Devine Guidance), yaitu institusi yang diinagurasikan Tuhan untuk memberikan petunjuk manusia yang dipilih dari keturuna Ibrahim dan didelegasikan kepada keturunan Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir.

B. Syi’ah Sab’iyah (Syiah Tujuh)

Syi’ah ini mengikuti tujuh imam, yaitu Ali, Hasan, Husen, Ali Zainal Abidin, Muhammad Al-Baqr, Ja’far Ash-Shidiq, dan Ismail bin Ja’far. Karena di nisbatkan pada imam ketujuh, Ismail bin Ja’far Ash-Shidiq, Syi’ah Sab’iyah disebut juga Syi’ah Ismailiyah.

Dalam pandangan kelompok Syi’ah Sab’iyah, keimanan hanya dapat diterimabila sesui dengan keyakinan mereka, yakni melalui walayah (kesetiaan) kepada imam zaman. Imam adalah seseorang yang menuntun umatnya kepada pengetahuan (ma’rifat). Dengan pengetahuan tersebut, seorang mukmin akan menjadi seorang mukmin yang sebenar-benarnya.

Syarat-syarat seorang imam dalam pandangan Syi’ah Sab’iyah adal sebagai berikut.

1. Imam harus dari keturunan Ali melalui perkawinannya dengan Fatimah yang kemudian dikenal sebagai dengan ahlul bait.

2. Imam harus berdasarkan penunjukan atau nas.

3. Keimanan jatuh pada anak tertua. Syi’ah Sab’iyah menggariskan bahwa seorang imam memperoleh keimaman dengan jalan wiratsah.

4. Imam harus maksum. Syi’ah Sab’iyah menggariskan bahwa seorang imam harus terjaga dari salah satu dosa.

5. Imam harus dijabat oleh seorang yang paling baik.

Disamping syarat-syarat diatas, seorang imam harus mempunyai pengetahuan dan juga harus mempunyai walayah, yaitu kemampuan esoteric untuk menuntun manusia kedalam rahasia-rahasia Tuhan.

C.Syi’ah Zaidiyah

Disebut Zaidiyah karena sekte ini megikuti Zaid bin Ali sebagai imam kelima, putra Ali Zainal Abidin. Kelompok ini berbeda dengan sekte Syi’ah lain yang mengakui Muhammad Al-Baqir, putra Zainal Abidin yang lain, sebagai imam kelima. Syi’ah Zaidiyah merupakan sekte Syiah yang moderat. Abu Zahrah menyatakan bahwa sekte ini paling dekat dengan sunni.

1.Doktrin imamah menurut Syi’ah Zaidiyah

Imamah, merupakan doktrin fundamental dalam Syiah secara umum. Syi’ah Zaidiyah mengembangkan doktrin imamah secara tioikal. Kaum Zaidiyah menolak pandangan yang menyatakan bahwa seorang imam yang mewarisi kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Telah ditentukan nama da orangnya oleh nabi, tetapi hanya ditentukan sifat-sifatnya saja. Selanjutnya, menurut Zaidiyah, seorang imam tidak harus memilki cirri-ciri. Pertama, ia merupakan keturunan ahl al-bait, baik melalui garis Hasan maupun Husen. Kedua, memiliki kemampuan mengangkat senjata sebagai upaya mempertahankan diri atau menyerang. Ketiga, memiliki kecenderungan intelektualisme yang dapat dibuktikan melalui ide dan karya dalam bidang keagamaan. Penganut Syi’ah Zaidiyah percaya bahwa orang yang melakukan dosa besar akan kekal didalam neraka jika dia belum bertobat dengan sungguh-sungguh.

Berbeda dengan Syi’ah lainnya, Zaidiyah menolak nikah mut’ah. Tampaknya ini merupakan implikasi dari pengakuan mereka atas kekhalifahan Umar bin Khaththab. Sepeti diketahui nikah mut’ah merupakan salah satu jenis pernikahan yang dihapuskan pada masa Nabi Muhammad SAW.

D.Syi’ah Ghulat

Istilah Ghulat berasal dari kata ghala-yaghulu-ghuluv artinya bertambah atau naik. Ghala bi ad-din memperkuat dan menjadi ekstrim sehingga melampaui batas. Syiah Ghulat adalah kelompok pendukung Ali yang memiliki sikap berlebih-lebihan. Abu Zahrah menjelaskan bahwa Syi’ah ekstrim adalah kelompok yang menempatkan Ali pada drajat ketuhanan, dan ada yang mengangkat pada drajat kenabian, bahkan lebih tinggi dari Nabi Muhammad SAW.

1.Doktrin-Doktrin Syi’ah Ghulat

Menurut Syahrastani, ada empat yang membuat mereka ekstrim, yaitu tanasukh, bada’, raj’ah, tasbih. Moojan Momen menambahkan dengan hulul dan ghayba. Tanasukh adalahkeluarnya roh dari satu jasad dan mengambil tempat pada jasad yanga lain. Bada’ adalah keyakinan bahwa Allah mengubah kehendak-Nya sejalan dengan perubahan ilmu-Nya, serta dapat memerintahkan suatu perbuatan kemudian memerintahkan yang sebaliknya. Raj’ah ada hubungannya dengan mahdiyah. Syiah Ghulat mempercayai Imam Mahdi Al-Muntazar akan dating ke bumi. Namun mereka berbeda pendapat siapa tentang siapa yang akan kembali. Sebagian menyatakan yang kembali adalah Ali, sedangkan yang lainnya menyatakan Ja’far Ash-Shidiq, Muhammad bin Al-Hanafiyah dan ada yang mengatakan Mukhtar Ats-Tsaqafi. Tasbih artinyamenyerupakan atau mempersamakan. Syi’ah Ghulat menyerupakan salah seorang imam dengan Tuhan atau menyerupakan Tuhan dengan makhluk.

Hulul artinya Tuhan berada pada setiap tempat, berbicara dengan semua bahasa dan ada pada setiap individu manusia. Syi’ah Ghulat menganggap Tuhan menjelma dalam diri imam dan imam harus disembah. Ghayba artinya menghilangkan Imam Mahdi. Ghayba merupakan kepercayaan Syi’ah bahwa Imam Mahdi ada didalam negeri ini dan tidak dapat dilihat oleh mata biasa. Konsep Ghayba pertama kali diperkenalkan oleh Muktar Ats-Tsaqafi tahun 66 H/686 M di Kufa ketika mempropagandakan Muhammada bin Hanafiyah sebagai Imam Mahdi.

Currently have 0 komentar:

Leave a Reply

Posting Komentar