Latest News

Perubahan Sosial

Selasa, 08 Desember 2009 , Posted by keep moving forward at 08.12

Nama : Ridwan April Amsah (PMI I)

Mata Kuliah : Sosiologi

Universitas Islam Negeri SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Perubahan Sosial Dilingkungan Sekitar Tempat Tinggal

John Lewis Gillin dan John Philip Gillin mengartikan perubahan social sebagai suatu variasidari cara-cara hidup yang telah diterima. Penerimaan tersebut karena perubaha-perubahan kondisi geografis, kebudayaan, komposisi penduduk, ideology, adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru.

Dari factor-factor yang tersebut tersebut diatas, ada beberapa factor yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal saya. Sekarang ini banyak anak-anak kecil di tempat saya tinggal yang sudah mengenal dan mengerti tentang teknologi internet dan playstation. Mereka hampir setiap hari bermain. Perubahan social yang seperti ini dapat mengubah pola tingkah laku anak.

Permainan play station ini merupakan permainan berbasis program komputer yang memberikan jenis permainan baru yang sangat disukai anak-anak. Permainan ini disukai karena banyak menawarkan beraneka ragam tema, gambar serta efek suara yang menarik. Anak dapat memainkan permainan bola kaki, balap mobil, balap motor, permainan detektif, penelusuran hutan rimba, dan beragam tema lainnya. Selain itu anak juga dapat memilih tokoh dalam cerita tersebut yang diimajinasikannya sebagai dirinya, misalnya anak memilih dirinya sebagai “Rambo” yang mempunyai senjata yang canggih untuk menumpas penjahat, atau anak dapat memilih jenis mobil yang paling cepat agar dapat memenangkan permainan balap mobil dalam permainan play station balap, dan lain-lain. Selain itu, play station juga mempunyai keunggulan mudah dioperasikan.

Adanya pilihan-pilihan yang menarik dan kemudahan mengoperasikan permainan play station menyebabkan hampir seluruh anak yang pernah mencoba bermain play station akan menyukainya dan banyak diantaranya yang ketagihan. Dalam hal ini yang ketagihan bukan saja anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Hal ini dapat dilihat dari fenomena banyak pula orang dewasa yang memenuhi tempat persewaan permainan play station yang tersedia di mana-mana.

Pada umumnya setiap pengalaman baru bagi anak termasuk dalam hal alat permainannya akan memberikan efek pada anak tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung. Carl I. Hofland dan Defleur secara terpisah menyebutkan bahwa efek pada umumnya dapat dibedakan dalam efek kognitif (berhubungan dengan pengetahuan dan opini), efek afeksi (berhubungan dengan sikap dan perasaan), dan efek behavior (berhubungan dengan perilaku).

Efek permainan play station terhadap anak-anak akan membawa pengaruh kepada anak-anak secara kognitif berupa bertambahnya pengetahuan baru yang dipelajarinya dari permainan play station. Kemudian pengetahuan baru tersebut mempengaruhi perasaannya (efek afektif) dan akhirnya akan diterapkannya dalam kehidupan sosialnya (efek behavior).

Berdasarkan pendapat Carl I. Hofland dan Defleur tentang efek pengalaman baru pada anak-anak, maka Oppenhein mengemukakan pendapatnya tentang efek permainan play station terhadap anak-anak. Menurutnya secara kognitif permainan play station bisa meningkatkan rentang perhatian dan konsentrasi anak serta mengembangkan koordinasi tangan dan mata, karena pemain dirangsang untuk melihat dan langsung bereaksi dengan menekan tombol-tombol yang tepat. Secara afektif permainan play station membuat anak-anak ingin memainkan peran yang ada dalam permainannya, yaitu dengan berpura-pura menjadi tokoh dalam permainannya (efek afektif). Lebih lanjut keinginan tersebut diterapkan anak pada saat berinteraksi dengan teman-temannya berupa melakukan permainan sesuai dengan imajinasinya (efek behavior). Menurut Oppenheim, mengingat sifatnya yang kompetitif; alat permainan play station juga bisa menjadi ajang untuk kompetisi-diri, melihat seberapa jauh kemampuannya sendiri.

Di dalam permainan play station itu sendiri jenis permainan yang ditawarkan kebanyakan bersifat agresif (menyerang). Hal ini dapat dilihat dari jenis permainan yang ditawarkan antara lain permainan perang-perangan, permainan menumpas kejahatan dengan tokoh-tokoh seperti Ksatria Baja Hitam, Power Rangers, dan banyak lagi permainan-permainan yang bersifat agresif lainnya. Dari permainan yang dimainkannya itu anak akan cenderung meniru. Perbuatan meniru cerita permainan ini dapat berupa bermain perang-perangan atau bermain “berantem-beranteman” dengan menghayalkan dirinya sebagai salah satu tokoh jagoannya dalam permainan play station.

Currently have 0 komentar:

Leave a Reply

Posting Komentar